Postingan

Mau Bahagia?_ Kenali Diri Sendiri...

Gambar
  Mengenal Diri Sendiri, Benarkah Membuat Kita Bahagia? “ Siapa yang mengenal dirinya sendiri, maka dialah orang yang bahagia. ” Ada ungkapan semacam ini yang sering kita temukan ketika membicarakan tentang mengenal diri. Pemikiran serupa juga banyak muncul dalam pembahasan para ulama dan filsuf Muslim.  Al-Ghazali  menegaskan bahwa kebahagiaan sejati tidak dapat dipenuhi melalui kesenangan fisik belaka tapi  d ari kesadaran bahwa manusia memiliki jiwa/hati. Untuk mencapai kesadaran itu, maka manusia harus mengetahui atau mengenal terlebih dahulu tentang jiwanya. Kedengarannya sederhana ya, Kenali dirimu, lalu hiduplah dengan bahagia. Tapi kemudian saya berpikir, memangnya manusia benar-benar bisa mengenali dirinya sendiri? Kalau mengenali diri itu mudah, mestinya semua orang bisa melakukannya.  Dan kalau mengenal diri otomatis membuat seseorang bahagia, mestinya dunia ini dipenuhi orang-orang yang hidupnya tenang. Faktanya Tidak. Coba deh lihat saat  ini, ...

Apakah Multitasking itu Keren ?

Gambar
Apa itu Multitasking? Dalam psikologi, multitasking adalah usaha melakukan dua atau lebih aktivitas dalam waktu yang hampir bersamaan.  Namun, pada banyak aktivitas yang membutuhkan perhatian sadar, otak sebenarnya tidak benar-benar mengerjakan semuanya secara paralel. Yang lebih sering terjadi adalah task switching yaitu   perhatian berpindah cepat dari tugas A ke tugas B, lalu kembali lagi. Otak Terbagi Katanya perempuan itu jago multitasking. Satu tangan mengaduk masakan, satu mata melihat grup WhatsApp, pikiran mengingat tugas kuliah, memikirkan deadline pekerjaan, sambil telinga mendengarkan panggilan, “Bundaaaa….” Kadang rasanya kepala ini isinya belasan tab yang terbuka sekaligus. Sebagai ibu rumah tangga, mahasiswa, sekaligus pekerja, kita cukup akrab dengan multitasking.  Bahkan dulu saya menganggap kemampuan mengerjakan banyak hal dalam waktu bersamaan adalah salah satu tanda produktif. Semakin banyak yang dikerjakan, semakin hebat. Ternyata psikologi melihatnya...

Harga Sebuah Kedewasaan

Gambar
Bertumbuh Berarti Berani Kehilangan “Setiap perubahan besar dalam hidup selalu melibatkan pendewasaan sekaligus kehilangan.” Kalimat ini terdengar sederhana, tetapi sebenarnya sangat dekat dengan perjalanan hidup kita. Kita sering membayangkan perkembangan sebagai proses bertambah : bertambah usia, pengalaman, pengetahuan, kemampuan, tanggung jawab, atau kedewasaan. Padahal, perkembangan juga merupakan proses berkurang dan melepaskan . Seorang anak yang mulai sekolah memperoleh dunia baru, teman, pengetahuan, dan kemandirian. Tetapi pada saat yang sama, ia mulai kehilangan sebagian kenyamanan masa kecilnya. Seorang remaja mulai memperoleh kebebasan untuk menentukan pilihan. Namun ia juga perlahan kehilangan dunia kanak-kanak, ketika banyak keputusan masih dibuatkan oleh orang tua. Ketika seseorang menikah, ia memperoleh pasangan dan membangun keluarga baru. Tetapi ada sebagian kebebasan hidup sebagai seorang lajang yang harus dilepaskan. Ketika menjadi orang tua, seseorang memperoleh p...

FENOMENA "AKU"

Gambar
  Fenomena “Aku” “Aku berhak bahagia”,  “aku butuh ruang”,  “aku tidak mau ikut campur”,  “yang penting tidak mengganggu orang lain”. “Bukan urusanku.” “Aku tidak membutuhkan orang lain.” “Selama tidak merugikan aku, aku tidak peduli.” “Agamaku cukup menjadi urusan pribadiku dengan Tuhan.” Pernyataan-pernyataan itu Sebagian sehat sebagai batas diri, tetapi ketika semuanya berpusat pada kepentingan pribadi, munculah  individualisme.  Apakah Islam memang mendidik manusia untuk hidup seperti itu? Jawabnya Islam tidak menghapus “Aku”. Setiap manusia tetap bertanggung jawab secara personal di hadapan Allah : Iman, niat, amal, dosa dan taubat tidak bisa diwakilkan.  coba kita perhatikan Rukun Islam, ada syahadat, Sholat, Puasa, Zakat dan Haji.  ini menggambarkan bahwa  Sebelum menjadi bagian dari jamaah, seorang Muslim terlebih dahulu menegakkan tauhid: aku bersaksi . Hubungan manusia dengan Allah menjadi fondasi.  Tetapi Islam tidak ber...

M A A F

Gambar
MAAF Satu kata yang ajaib Jika berdiri sendiri, ia menjadi sebuah kata sederhana— maaf —yang kita ucapkan saat meminta pengampunan atas kesalahan. Namun ketika diberi imbuhan, ia berubah menjadi-  memaafkan-. Keduanya terdengar sederhana. Mudah diucapkan, tetapi ternyata tidak selalu mudah dilakukan dengan hati. Ada kesalahan yang mungkin terasa begitu dalam hingga kata maaf seakan tersangkut di ujung lidah. Ingin mengucapkannya, tetapi ego menahannya. Ingin memaafkan, tetapi luka masih terasa nyata. Padahal, meminta maaf bukan sesuatu yang memalukan. Meminta maaf bukan berarti kita lemah. Bukan pula sekadar mengakui kekalahan. Justru, meminta maaf adalah cerminan kebesaran jiwa . Sebuah keberanian untuk meruntuhkan ego, mengakui kekurangan diri, dan memilih kedamaian daripada mempertahankan gengsi. Demikian pula dengan memaafkan . Memaafkan bukan berarti kita membenarkan kesalahan orang lain. Bukan pula berarti luka yang pernah diberikan menjadi tidak berarti...

“Siapa yang salah?”

Gambar
  “Siapa yang salah?” Kita mungkin sering sekali bertanya "Siapa yang salah? " saat suatu kondisi yang tidak baik terjadi. Bahkan dari kecil sudah dibiasakan mencari SIapa yang salah. contohnya seorang anak balita ketika terjatuh karena lantainya licin, lalu menangis kemudian ibunya datang menenangkan sambil bilang, " duh..nakal ya lantainya..." . pernah mengalami ini? atau masih dilakukan sampai sekarang? Lalu mindset  mencari "siapa yang salah" akan terus dibawa sampai dewasa.  tak heran ketika dihadapkan pada kondisi-kondisi yang tidak nyaman, pikiran akan langsung mencari siapa yang salah. kita tak pernah mencari ke dalam diri lebih dahulu.  Saat ini kondisi negara kita sedang tidak baik, Korupsi sudah seperti cerita sinetron, berjilid-jilid. Kekuasaan diperoleh dengan cara-cara yang tidak jujur dan banyak lagi yang dirasakan oleh rakyat.  Namun dalam pikiran kita langsung menunjuk SIAPA YANG SALAH?.   Pernahkah kita berpikir bagian man...

Rakyat, Pemimpin, dan Kepercayaan

Gambar
Rakyat, Pemimpin, dan Kepercayaan ketika sedih dengan kondisi negara saat ini, haruskah menyalahkan pemerintah? bolehkah mengkritik pemerintah? jawabannya tak sekedar Ya/Tidak,  tapi coba kita analogikan negara ini adalah satu rumah, dan di dalam rumah terdapat keluarga yang berisi kepala keluarga dan anggota keluarga. Kepala keluarga yang memimpin, dia punya power juga punya tanggung jawab. dan ada anggota keluarga yang punya hak untuk dilindungi, diberikan kasih sayang tapi juga punya kewajiban untuk patuh.  hubungan ini bukan hanya sekedar bicara hak dan kewajiban, tapi ada tali yang tak terlihat yang justru berpengaruh pada ketenangan rumah. apa itu? Dalam keluarga, ketenangan tidak hanya dibangun oleh pembagian hak dan kewajiban. Kepala keluarga mempunyai kewenangan sekaligus tanggung jawab. Anggota keluarga mempunyai kewajiban, kepedulian, dan ruang untuk menyampaikan ketidaksetujuan. Tetapi hubungan itu akan mudah retak ketika kepercayaan hilang. Analogi ...

CAMP MR_7

Terumbu Karang Apa yang kita ingat tentang terumbu karang? Yup... - tempat hidup biota laut. Kalo di mesin pencarian google dijelaskan bahwa : Terumbu karang adalah ekosistem bawah laut yang terbentuk dari struktur kalsium karbonat yang dihasilkan oleh koloni hewan kecil bernama polip karang. Mereka adalah habitat bagi ribuan spesies laut, berfungsi sebagai pelindung pantai, dan penting untuk ekosistem laut serta ekonomi.  Lalu apa hubungannya dengan Rezeki? Ustadz mengajarkan dengan perumpamaan begini: Coba jawab pertanyaan berikut:  Apakah hewan mengetahui dimana Allah titip rezeki untuk mereka?  Iya mereka tahu...tanpa ada yang memberi tahupun. Lalu bagaimana dengan manusia, dimana Allah titip rezeki untuk manusia? Apakah manusia tahu? Jawabnya bukan di "suatu lokasi" Tapi Allah titip rezeki di KEMULIAAN dan KEBAHAGIAAN orang lain Karena kita. Namun jika sebaliknya,  Rezeki kita tertutup pada SAKIT HATI orang lain karena kita.  Jadi supaya tidak mengundang az...

CAMP MR_6

Gambar
Garpu Tala Pernah dengar tentang garpu tala kan ya,  Kurang lebih seperti ini bentuknya.  Apa itu garpu tala? Yaitu alat berbentuk garpu dengan dua cabang yang terbuat dari logam elastis yang bergetar pada frekuensi tertentu saat dibenturkan. Ustadz Nas mendapatkan ilmu ini melalui beberapa kejadian yang tanpa disengaja, lalu beliau coba lagi, coba terus dan ajaib bisa dipraktekkan. Akhirnya lahirlah ilmu garpu tala.  Dalam magnet rezeki seperti yang dijelaskan adalah memperbaiki dunia Quantum. Fikiran, perasaan dan Spiritual. Garputala termasuk dalam dunia perasaan. Jika fikiran letaknya di otak, maka perasaan letaknya di hati. Dimana hati itu? Ketika kita bilang sakit hati, kita pasti menunjuk dada bukan perut, walaupun secara anatomi organ "hati" ada di perut.  Jadi hati yang dimaksud disini adalah di dada atau lebih tepatnya di Jantung.  Coba deh cari secara ilmu anatomi, apa yang dimiliki jantung? Jantung memiliki sistem sarafnya sendiri yang te...

CAMP MR_5

Disiplin Kata Selanjutnya ilmu tentang disiplin kata. Bagian ini berkaitan dengan LoP. Karena biasanya kata kata itu keluar seperti apa yang kita fikirkan. Sebelumnya di LoP bahwa kita memasuki dunia quantum yang dimulai dari menguasai kekuatan fikiran, lalu kekuatan perasaaan dan terakhir kekuatan spiritual. Setiap fikiran adalah energi yang terpancar dan tervibrasi ke alam menjadi NASIB. Fikiran ada Doa , semua doa dikabulkan Allah baik yang positif maupun yg negatif . Sehingga kita tak punya pilihan lain atas fikiran kita, kecuali berfikir yang positif saja. Ustadz Nash bilang "saat semua fikiran sudah baik maka LoP kita (hajat, keinginan, impian, harapan) seperti biji tanaman yang jatuh di tanah yang subur".  Namun tetap ada batasannya yaitu Bi Idzinillah... Nah untuk itu melatih fikiran baik juga dengan selalu mengucapkan kata kata baik. Dalilnya dari sebuah hadits: " Laa tad'u 'ala anfusikum illa bi khoirin, Fa innal malaaikata yuamminuuna 'ala maa t...

CAMP MR_4

Gambar
Law Of Projection Selanjutnya saya belajar Law of Projection — hukum pantulan, kira-kira begitu artinya kalau dibahasaindonesiakan. Dalam hidup sehari-hari, ini terjadi terus tanpa kita sadari. Misalnya, kalau kita sedang kesel sama seseorang, lalu merasa semua orang lagi nyebelin — padahal yang lagi kusut itu sebenarnya hati kita sendiri. Dunia seperti cermin: apa yang kita pancarkan, itu juga yang balik ke kita. Kalau diibaratkan, hati itu layar. Pikiran dan perasaan kita adalah proyektor. Apa yang sedang kita pikirkan dan rasakan, akan “terpancar” keluar dan membentuk pengalaman kita. Ustadz Nas minta kita untuk masuk dalam dunia quantum agar bisa menjadi "ajaib" ⚛️ Dalam dunia Quantum Physics Ilmu kuantum bilang: realitas itu tidak statis. Partikel bisa berperilaku sebagai benda atau gelombang tergantung siapa dan bagaimana yang mengamatinya (observer effect). Artinya, cara kita memandang sesuatu bisa memengaruhi bagaimana sesuatu itu “menjadi.” Kaitkan ini dengan kehidup...

CAMP_MR 3

Garis Kebenaran Selanjutnya saya belajar ilmu Garis Kebenaran. walaupun dalam urutan ilmu MR ke dua adalah Law Of Projection, tapi Garis Kebenaran ini ada hubungan langsung dengan Perisai Rezeki. Pada bahasan sebelumnya perisai itu adalah dosa. Dosa terkadang hadir dari persoalan yang kita hadirkan sendiri. Ustadz Nas, menyampaikan bahwa sumber persoalan hanya satu yaitu Pemikiran dan sikap:  " Saya Benar, Kamu Salah " Dan ternyata semua solusi dimulai dari " Saya Salah, Kamu Benar" Contohnya seperti ini: Suatu pagi seorang istri sedang tidak fokus karena banyak yang di fikirkan, tiba-tiba membuatkan kopi bukan pake gula, tapi pake garam. Dan suaminya sedang buru-buru karena mau ketemu investor buat bisnisnya. Saat suaminya minum kopi itu, apa yang terjadi? 1. Suami langsung menyalahkan istri, "gimana sih kamu, bikin kopi aja gak becus, aku buru-buru, mau ketemu klien tapi kamu malah kasih kopi aneh begini !!!" Lalu sang istri pun terpancing, "apa sih...

CAMP MR_2

Gambar
Perisai Rezeki Sebelum membahas Perisai Rezeki,  Coba jika kita ditanya Siapa Yang Mau Rezeki, Kita akan jawab apa? Pasti kita langsung Jawab "Saya" 😊. Lalu caranya Bagaimana? Dalam Al Quran surat Nuh Ayat 10-14 [buka mushhaf atau quran digitalnya] Disitu Allah notice di ayat 11-12 Allah akan menurunkan hujan yang lebat, membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun kebun dan mengadakan pula untukmu sungai sungai. Artinya Rezeki itu Allah beri ke siapapun seperti hujan yang lebat. Lalu kenapa ada manusia yang tak "basah" oleh hujan lebat itu?  Ya jawabnya karena ada manusia yang memakai perisai sehingga menghalangi air hujan membasahinya. Jadi bagaimana supaya mendapatkan air [baca: rezeki] Maka kita harus Buka Perisainya.. Perisai yang dimaksud disini adalah DOSA Di ayat 10 Allah memerintahkan untuk bertaubat, mohon ampun pada Tuhanmu.  Manusia itu awalnya diciptakan Allah untuk bersenang senang di surgaNya, dimuliakan dan dimanja. N...

CAMP Magnet Rezeki_1

Gambar
Part 1. Ilmu Magnet Rezeki (MR) sebetulnya bukan suatu yang baru buatku. Sejak 2016 aku menemukan chanel audio Ustadz Nashrullah di Telegram --> https://t.me/audiomagnetrezeki Setiap berangkat kerja kami putar di mobil sebagai siraman rohani pagi.  Tapi seiring waktu karena hanya belajar otodidak ilmu itu tak terlalu kami amalkan. Hanya sekedar tahu dan pengingat dikala hati sedang lelah.  Sampai tahun 2022 disaat kondisi jiwaku terpuruk, aku mencari sesuatu yang bisa mengembalikan diriku. Teringat dengan MR lalu aku ikuti Training Online dan Camp Online lalu ikut juga Training Online Garputala yang dibimbing oleh CTMR.  Saat Training terasa Iman pada posisi naik, tapi jika sudah kembali ke dunia nyata, pekerjaan dan keluarga, tiba tiba menjadi turun lagi. Yah yang sudah aku ikuti online itu seperti menguap. Tahu tapi tak dipraktekan dengan sungguh-sungguh.  Sebetulnya aku ingin sekali ikut Camp Offline, tapi karena lokasinya biasanya jauh, akhirnya tak pernah ter...

Kenapa Sih Penting Mengenal Diri Sendiri?

Kenapa Sih Penting Banget Mengenal Diri Sendiri? Kadang kita sibuk banget mengenal orang lain—pasangan, teman, bahkan artis favorit—tapi lupa kenalan sama orang yang paling dekat: diri sendiri. Padahal, kalau nggak ngerti siapa kita, gimana mau ngerti apa yang bikin bahagia, apa yang bikin stres, atau ke mana arah hidup mau dibawa? Mengenal diri itu semacam punya peta jalan. Jadi ketika ada badai, kita nggak gampang nyasar. Dan kalau ketemu jalan buntu, kita lebih cepat nemu pintu keluar. Lalu gimana caranya kenal diri? Nggak ada satu cara aja. Bisa lewat: Refleksi pribadi: nulis jurnal, merenung, atau sekadar ngobrol sama diri sendiri (tanpa dianggap aneh ya). Feedback dari orang terdekat: kadang kita nggak sadar sifat atau kebiasaan kita, tapi orang lain yang sering bareng bisa jadi cermin. Coba hal-hal baru: dari situ ketahuan batasan, minat, atau bakat terpendam. Alat bantu tes kepribadian/genetik: nah, ini menarik. Sekarang udah ada tes karakter genetik yang bisa ngasih gambaran t...

Tak Ada Yang Kebetulan : Jejak Perjalanan di Ajang Dinar Award

Beberapa waktu lalu, alhamdulillah qadarullah saya dapat kesempatan yang tak terduga: diajak ikut sebuah ajang award untuk orang-orang yang sudah bergerak dalam syiar dinar. Rasanya campur aduk antara bangga, deg-degan, tapi juga bersyukur bisa ikut berada di lingkaran itu. Acara ini mempertemukan saya dengan banyak orang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, ternyata ada begitu banyak yang sama-sama semangat memperkenalkan dinar. Ketemu mereka jadi seperti menemukan keluarga baru—beda latar, tapi satu visi. Pelajaran paling berkesan yang saya dapat adalah: dinar itu bukan sekadar alat investasi. Lebih dalam dari itu, ada nilai cinta pada Rasulullah SAW. Sebab ukuran dinar sendiri ditetapkan oleh beliau. Jadi, setiap kali kita bicara tentang dinar, sebetulnya kita juga sedang merawat cinta itu. Selain soal dinar, ternyata Allah bukakan jalan untuk dapat ilmu lain. Saya belajar tentang cara membaca karakter lewat life path number. Awalnya penasaran saja,...

Cerita Aku Mulai Nabung Dinar KR

Cerita Aku Mulai Nabung Dinar KR Bismillah Awalnya aku sama kayak kebanyakan orang, kalau mikirin tabungan emas pasti kepikiran Antam atau perhiasan. Emas kan katanya “nggak pernah bohong”. Tapi makin ke sini aku penasaran sama yang namanya Dinar. Aku baca-baca, ternyata Dinar itu udah dipakai sejak zaman Nabi. Bentuknya koin emas 4,25 gram, kadar emasnya tinggi banget. Dulu dipakai buat transaksi lintas benua, dari Spanyol sampai Asia Tengah. Keren kan? Stabilnya luar biasa, karena nilainya ditopang emas, bukan janji negara. Terus aku kenalan sama yang namanya Dinar KR (Khoirur Rooziqiin). Namanya aja udah bikin adem, diambil dari salah satu nama Allah, Ar-Razzaq—Maha Pemberi Rezeki. Filosofinya jelas banget: rezeki kita tuh udah dijamin, tinggal usaha halal dan tawakal. Bedanya sama emas batangan biasa? Ada di spread-nya. Jadi gini, emas tuh sebenarnya ada selisih harga beli sama harga jual. Nah, kalau spread besar, ya pas dijual rugi duluan. Untungnya Dinar KR spread-nya kecil, jadi...

Life Path Number

  Life Path Number Ada yang pernah mendengar ini? kalo pernah, kalian luar biasa, karena saya baru saja mendapat ilmunya beberapa hari yang lalu dari seseorang yang sangat menginspirasi saya. Lalu saya coba perdalam dengan melakukan searching sendiri. bismillah, dengan niat ingin berbagi yang saya tahu, maka saya tuliskan di blog ini. Oke, sekarang kita bicara soal karakter berdasarkan numerologi tanggal lahir ya..  🌱 Siapa yang menemukan Life Path ? Numerologi sendiri sudah sangat tua ✨ Asal-usulnya bercampur antara filsafat Yunani, Mesir kuno, dan tradisi mistik Timur. 🔹 Tokoh yang paling banyak dikaitkan dengan lahirnya konsep life path number adalah Pythagoras (filsuf dan matematikawan Yunani, abad ke-6 SM). Dia percaya bahwa angka bukan cuma alat hitung, tapi juga punya getaran kosmis yang memengaruhi kehidupan. Dari ajarannya lah berkembang sistem “Pythagorean Numerology” yang jadi dasar perhitungan life path . 🔹 Ada juga versi numerologi lain: Kabbala...