FENOMENA "AKU"
Fenomena “Aku” “Aku berhak bahagia”, “aku butuh ruang”, “aku tidak mau ikut campur”, “yang penting tidak mengganggu orang lain”. “Bukan urusanku.” “Aku tidak membutuhkan orang lain.” “Selama tidak merugikan aku, aku tidak peduli.” “Agamaku cukup menjadi urusan pribadiku dengan Tuhan.” Pernyataan-pernyataan itu Sebagian sehat sebagai batas diri, tetapi ketika semuanya berpusat pada kepentingan pribadi, munculah individualisme. Apakah Islam memang mendidik manusia untuk hidup seperti itu? Jawabnya Islam tidak menghapus “Aku”. Setiap manusia tetap bertanggung jawab secara personal di hadapan Allah : Iman, niat, amal, dosa dan taubat tidak bisa diwakilkan. coba kita perhatikan Rukun Islam, ada syahadat, Sholat, Puasa, Zakat dan Haji. ini menggambarkan bahwa Sebelum menjadi bagian dari jamaah, seorang Muslim terlebih dahulu menegakkan tauhid: aku bersaksi . Hubungan manusia dengan Allah menjadi fondasi. Tetapi Islam tidak ber...