Postingan

  “Siapa yang salah?” Kita mungkin sering sekali bertanya "Siapa yang salah? " saat suatu kondisi yang tidak baik terjadi. Bahkan dari kecil sudah dibiasakan mencari SIapa yang salah. contohnya seorang anak balita ketika terjatuh karena lantainya licin, lalu menangis kemudian ibunya datang menenangkan sambil bilang, " duh..nakal ya lantainya..." . pernah mengalami ini? atau masih dilakukan sampai sekarang? Lalu mindset  mencari "siapa yang salah" akan terus dibawa sampai dewasa.  tak heran ketika dihadapkan pada kondisi-kondisi yang tidak nyaman, pikiran akan langsung mencari siapa yang salah. kita tak pernah mencari ke dalam diri lebih dahulu.  Saat ini kondisi negara kita sedang tidak baik, Korupsi sudah seperti cerita sinetron, berjilid-jilid. Kekuasaan diperoleh dengan cara-cara yang tidak jujur dan banyak lagi yang dirasakan oleh rakyat.  Namun dalam pikiran kita langsung menunjuk SIAPA YANG SALAH?.   Pernahkah kita berpikir bagian mana dalam keti...
Rakyat, Pemimpin, dan Kepercayaan ketika sedih dengan kondisi negara saat ini, haruskah menyalahkan pemerintah? bolehkah mengkritik pemerintah? jawabannya tak sekedar Ya/Tidak,  tapi coba kita analogikan negara ini adalah satu rumah, dan di dalam rumah terdapat keluarga yang berisi kepala keluarga dan anggota keluarga. Kepala keluarga yang memimpin, dia punya power juga punya tanggung jawab. dan ada anggota keluarga yang punya hak untuk dilindungi, diberikan kasih sayang tapi juga punya kewajiban untuk patuh.  hubungan ini bukan hanya sekedar bicara hak dan kewajiban, tapi ada tali yang tak terlihat yang justru berpengaruh pada ketenangan rumah. apa itu? Dalam keluarga, ketenangan tidak hanya dibangun oleh pembagian hak dan kewajiban. Kepala keluarga mempunyai kewenangan sekaligus tanggung jawab. Anggota keluarga mempunyai kewajiban, kepedulian, dan ruang untuk menyampaikan ketidaksetujuan. Tetapi hubungan itu akan mudah retak ketika kepercayaan hilang. Analogi ini bisa mem...

CAMP MR_7

Terumbu Karang Apa yang kita ingat tentang terumbu karang? Yup... - tempat hidup biota laut. Kalo di mesin pencarian google dijelaskan bahwa : Terumbu karang adalah ekosistem bawah laut yang terbentuk dari struktur kalsium karbonat yang dihasilkan oleh koloni hewan kecil bernama polip karang. Mereka adalah habitat bagi ribuan spesies laut, berfungsi sebagai pelindung pantai, dan penting untuk ekosistem laut serta ekonomi.  Lalu apa hubungannya dengan Rezeki? Ustadz mengajarkan dengan perumpamaan begini: Coba jawab pertanyaan berikut:  Apakah hewan mengetahui dimana Allah titip rezeki untuk mereka?  Iya mereka tahu...tanpa ada yang memberi tahupun. Lalu bagaimana dengan manusia, dimana Allah titip rezeki untuk manusia? Apakah manusia tahu? Jawabnya bukan di "suatu lokasi" Tapi Allah titip rezeki di KEMULIAAN dan KEBAHAGIAAN orang lain Karena kita. Namun jika sebaliknya,  Rezeki kita tertutup pada SAKIT HATI orang lain karena kita.  Jadi supaya tidak mengundang az...

CAMP MR_6

Gambar
Garpu Tala Pernah dengar tentang garpu tala kan ya,  Kurang lebih seperti ini bentuknya.  Apa itu garpu tala? Yaitu alat berbentuk garpu dengan dua cabang yang terbuat dari logam elastis yang bergetar pada frekuensi tertentu saat dibenturkan. Ustadz Nas mendapatkan ilmu ini melalui beberapa kejadian yang tanpa disengaja, lalu beliau coba lagi, coba terus dan ajaib bisa dipraktekkan. Akhirnya lahirlah ilmu garpu tala.  Dalam magnet rezeki seperti yang dijelaskan adalah memperbaiki dunia Quantum. Fikiran, perasaan dan Spiritual. Garputala termasuk dalam dunia perasaan. Jika fikiran letaknya di otak, maka perasaan letaknya di hati. Dimana hati itu? Ketika kita bilang sakit hati, kita pasti menunjuk dada bukan perut, walaupun secara anatomi organ "hati" ada di perut.  Jadi hati yang dimaksud disini adalah di dada atau lebih tepatnya di Jantung.  Coba deh cari secara ilmu anatomi, apa yang dimiliki jantung? Jantung memiliki sistem sarafnya sendiri yang te...

CAMP MR_5

Disiplin Kata Selanjutnya ilmu tentang disiplin kata. Bagian ini berkaitan dengan LoP. Karena biasanya kata kata itu keluar seperti apa yang kita fikirkan. Sebelumnya di LoP bahwa kita memasuki dunia quantum yang dimulai dari menguasai kekuatan fikiran, lalu kekuatan perasaaan dan terakhir kekuatan spiritual. Setiap fikiran adalah energi yang terpancar dan tervibrasi ke alam menjadi NASIB. Fikiran ada Doa , semua doa dikabulkan Allah baik yang positif maupun yg negatif . Sehingga kita tak punya pilihan lain atas fikiran kita, kecuali berfikir yang positif saja. Ustadz Nash bilang "saat semua fikiran sudah baik maka LoP kita (hajat, keinginan, impian, harapan) seperti biji tanaman yang jatuh di tanah yang subur".  Namun tetap ada batasannya yaitu Bi Idzinillah... Nah untuk itu melatih fikiran baik juga dengan selalu mengucapkan kata kata baik. Dalilnya dari sebuah hadits: " Laa tad'u 'ala anfusikum illa bi khoirin, Fa innal malaaikata yuamminuuna 'ala maa t...

CAMP MR_4

Gambar
Law Of Projection Selanjutnya saya belajar Law of Projection — hukum pantulan, kira-kira begitu artinya kalau dibahasaindonesiakan. Dalam hidup sehari-hari, ini terjadi terus tanpa kita sadari. Misalnya, kalau kita sedang kesel sama seseorang, lalu merasa semua orang lagi nyebelin — padahal yang lagi kusut itu sebenarnya hati kita sendiri. Dunia seperti cermin: apa yang kita pancarkan, itu juga yang balik ke kita. Kalau diibaratkan, hati itu layar. Pikiran dan perasaan kita adalah proyektor. Apa yang sedang kita pikirkan dan rasakan, akan “terpancar” keluar dan membentuk pengalaman kita. Ustadz Nas minta kita untuk masuk dalam dunia quantum agar bisa menjadi "ajaib" ⚛️ Dalam dunia Quantum Physics Ilmu kuantum bilang: realitas itu tidak statis. Partikel bisa berperilaku sebagai benda atau gelombang tergantung siapa dan bagaimana yang mengamatinya (observer effect). Artinya, cara kita memandang sesuatu bisa memengaruhi bagaimana sesuatu itu “menjadi.” Kaitkan ini dengan kehidup...

CAMP_MR 3

Garis Kebenaran Selanjutnya saya belajar ilmu Garis Kebenaran. walaupun dalam urutan ilmu MR ke dua adalah Law Of Projection, tapi Garis Kebenaran ini ada hubungan langsung dengan Perisai Rezeki. Pada bahasan sebelumnya perisai itu adalah dosa. Dosa terkadang hadir dari persoalan yang kita hadirkan sendiri. Ustadz Nas, menyampaikan bahwa sumber persoalan hanya satu yaitu Pemikiran dan sikap:  " Saya Benar, Kamu Salah " Dan ternyata semua solusi dimulai dari " Saya Salah, Kamu Benar" Contohnya seperti ini: Suatu pagi seorang istri sedang tidak fokus karena banyak yang di fikirkan, tiba-tiba membuatkan kopi bukan pake gula, tapi pake garam. Dan suaminya sedang buru-buru karena mau ketemu investor buat bisnisnya. Saat suaminya minum kopi itu, apa yang terjadi? 1. Suami langsung menyalahkan istri, "gimana sih kamu, bikin kopi aja gak becus, aku buru-buru, mau ketemu klien tapi kamu malah kasih kopi aneh begini !!!" Lalu sang istri pun terpancing, "apa sih...