Postingan

FENOMENA "AKU"

Gambar
  Fenomena “Aku” “Aku berhak bahagia”,  “aku butuh ruang”,  “aku tidak mau ikut campur”,  “yang penting tidak mengganggu orang lain”. “Bukan urusanku.” “Aku tidak membutuhkan orang lain.” “Selama tidak merugikan aku, aku tidak peduli.” “Agamaku cukup menjadi urusan pribadiku dengan Tuhan.” Pernyataan-pernyataan itu Sebagian sehat sebagai batas diri, tetapi ketika semuanya berpusat pada kepentingan pribadi, munculah  individualisme.  Apakah Islam memang mendidik manusia untuk hidup seperti itu? Jawabnya Islam tidak menghapus “Aku”. Setiap manusia tetap bertanggung jawab secara personal di hadapan Allah : Iman, niat, amal, dosa dan taubat tidak bisa diwakilkan.  coba kita perhatikan Rukun Islam, ada syahadat, Sholat, Puasa, Zakat dan Haji.  ini menggambarkan bahwa  Sebelum menjadi bagian dari jamaah, seorang Muslim terlebih dahulu menegakkan tauhid: aku bersaksi . Hubungan manusia dengan Allah menjadi fondasi.  Tetapi Islam tidak ber...

M A A F

Gambar
MAAF Satu kata yang ajaib Jika berdiri sendiri, ia menjadi sebuah kata sederhana— maaf —yang kita ucapkan saat meminta pengampunan atas kesalahan. Namun ketika diberi imbuhan, ia berubah menjadi-  memaafkan-. Keduanya terdengar sederhana. Mudah diucapkan, tetapi ternyata tidak selalu mudah dilakukan dengan hati. Ada kesalahan yang mungkin terasa begitu dalam hingga kata maaf seakan tersangkut di ujung lidah. Ingin mengucapkannya, tetapi ego menahannya. Ingin memaafkan, tetapi luka masih terasa nyata. Padahal, meminta maaf bukan sesuatu yang memalukan. Meminta maaf bukan berarti kita lemah. Bukan pula sekadar mengakui kekalahan. Justru, meminta maaf adalah cerminan kebesaran jiwa . Sebuah keberanian untuk meruntuhkan ego, mengakui kekurangan diri, dan memilih kedamaian daripada mempertahankan gengsi. Demikian pula dengan memaafkan . Memaafkan bukan berarti kita membenarkan kesalahan orang lain. Bukan pula berarti luka yang pernah diberikan menjadi tidak berarti...

“Siapa yang salah?”

Gambar
  “Siapa yang salah?” Kita mungkin sering sekali bertanya "Siapa yang salah? " saat suatu kondisi yang tidak baik terjadi. Bahkan dari kecil sudah dibiasakan mencari SIapa yang salah. contohnya seorang anak balita ketika terjatuh karena lantainya licin, lalu menangis kemudian ibunya datang menenangkan sambil bilang, " duh..nakal ya lantainya..." . pernah mengalami ini? atau masih dilakukan sampai sekarang? Lalu mindset  mencari "siapa yang salah" akan terus dibawa sampai dewasa.  tak heran ketika dihadapkan pada kondisi-kondisi yang tidak nyaman, pikiran akan langsung mencari siapa yang salah. kita tak pernah mencari ke dalam diri lebih dahulu.  Saat ini kondisi negara kita sedang tidak baik, Korupsi sudah seperti cerita sinetron, berjilid-jilid. Kekuasaan diperoleh dengan cara-cara yang tidak jujur dan banyak lagi yang dirasakan oleh rakyat.  Namun dalam pikiran kita langsung menunjuk SIAPA YANG SALAH?.   Pernahkah kita berpikir bagian man...

Rakyat, Pemimpin, dan Kepercayaan

Gambar
Rakyat, Pemimpin, dan Kepercayaan ketika sedih dengan kondisi negara saat ini, haruskah menyalahkan pemerintah? bolehkah mengkritik pemerintah? jawabannya tak sekedar Ya/Tidak,  tapi coba kita analogikan negara ini adalah satu rumah, dan di dalam rumah terdapat keluarga yang berisi kepala keluarga dan anggota keluarga. Kepala keluarga yang memimpin, dia punya power juga punya tanggung jawab. dan ada anggota keluarga yang punya hak untuk dilindungi, diberikan kasih sayang tapi juga punya kewajiban untuk patuh.  hubungan ini bukan hanya sekedar bicara hak dan kewajiban, tapi ada tali yang tak terlihat yang justru berpengaruh pada ketenangan rumah. apa itu? Dalam keluarga, ketenangan tidak hanya dibangun oleh pembagian hak dan kewajiban. Kepala keluarga mempunyai kewenangan sekaligus tanggung jawab. Anggota keluarga mempunyai kewajiban, kepedulian, dan ruang untuk menyampaikan ketidaksetujuan. Tetapi hubungan itu akan mudah retak ketika kepercayaan hilang. Analogi ...

CAMP MR_7

Terumbu Karang Apa yang kita ingat tentang terumbu karang? Yup... - tempat hidup biota laut. Kalo di mesin pencarian google dijelaskan bahwa : Terumbu karang adalah ekosistem bawah laut yang terbentuk dari struktur kalsium karbonat yang dihasilkan oleh koloni hewan kecil bernama polip karang. Mereka adalah habitat bagi ribuan spesies laut, berfungsi sebagai pelindung pantai, dan penting untuk ekosistem laut serta ekonomi.  Lalu apa hubungannya dengan Rezeki? Ustadz mengajarkan dengan perumpamaan begini: Coba jawab pertanyaan berikut:  Apakah hewan mengetahui dimana Allah titip rezeki untuk mereka?  Iya mereka tahu...tanpa ada yang memberi tahupun. Lalu bagaimana dengan manusia, dimana Allah titip rezeki untuk manusia? Apakah manusia tahu? Jawabnya bukan di "suatu lokasi" Tapi Allah titip rezeki di KEMULIAAN dan KEBAHAGIAAN orang lain Karena kita. Namun jika sebaliknya,  Rezeki kita tertutup pada SAKIT HATI orang lain karena kita.  Jadi supaya tidak mengundang az...

CAMP MR_6

Gambar
Garpu Tala Pernah dengar tentang garpu tala kan ya,  Kurang lebih seperti ini bentuknya.  Apa itu garpu tala? Yaitu alat berbentuk garpu dengan dua cabang yang terbuat dari logam elastis yang bergetar pada frekuensi tertentu saat dibenturkan. Ustadz Nas mendapatkan ilmu ini melalui beberapa kejadian yang tanpa disengaja, lalu beliau coba lagi, coba terus dan ajaib bisa dipraktekkan. Akhirnya lahirlah ilmu garpu tala.  Dalam magnet rezeki seperti yang dijelaskan adalah memperbaiki dunia Quantum. Fikiran, perasaan dan Spiritual. Garputala termasuk dalam dunia perasaan. Jika fikiran letaknya di otak, maka perasaan letaknya di hati. Dimana hati itu? Ketika kita bilang sakit hati, kita pasti menunjuk dada bukan perut, walaupun secara anatomi organ "hati" ada di perut.  Jadi hati yang dimaksud disini adalah di dada atau lebih tepatnya di Jantung.  Coba deh cari secara ilmu anatomi, apa yang dimiliki jantung? Jantung memiliki sistem sarafnya sendiri yang te...

CAMP MR_5

Disiplin Kata Selanjutnya ilmu tentang disiplin kata. Bagian ini berkaitan dengan LoP. Karena biasanya kata kata itu keluar seperti apa yang kita fikirkan. Sebelumnya di LoP bahwa kita memasuki dunia quantum yang dimulai dari menguasai kekuatan fikiran, lalu kekuatan perasaaan dan terakhir kekuatan spiritual. Setiap fikiran adalah energi yang terpancar dan tervibrasi ke alam menjadi NASIB. Fikiran ada Doa , semua doa dikabulkan Allah baik yang positif maupun yg negatif . Sehingga kita tak punya pilihan lain atas fikiran kita, kecuali berfikir yang positif saja. Ustadz Nash bilang "saat semua fikiran sudah baik maka LoP kita (hajat, keinginan, impian, harapan) seperti biji tanaman yang jatuh di tanah yang subur".  Namun tetap ada batasannya yaitu Bi Idzinillah... Nah untuk itu melatih fikiran baik juga dengan selalu mengucapkan kata kata baik. Dalilnya dari sebuah hadits: " Laa tad'u 'ala anfusikum illa bi khoirin, Fa innal malaaikata yuamminuuna 'ala maa t...