Postingan

Keseimbangan Dunia dan Akhirat

Gambar
Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil-aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban-naar . "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka." (QS. Al-Baqarah: 201) Makna per kata :  رَبَّنَا (Rabbanaa) Artinya: "Wahai Tuhan kami" Ini adalah seruan penuh penghambaan. Kata "Rabb" menunjukkan bahwa Allah adalah pencipta, pemelihara, dan pengatur seluruh alam semesta. --- آتِنَا (Aatinaa) Artinya: "Berilah kami" Permintaan penuh harap kepada Allah. Ini menunjukkan bahwa semua kebaikan hanya bisa diperoleh dengan izin dan karunia-Nya. --- فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً (fid-dunyaa hasanah) Artinya: "kebaikan di dunia" Maknanya luas: Rezeki yang halal dan berkah Kesehatan dan keselamatan Ilmu yang bermanfaat Keluarga yang sakinah Hati yang tenang Amal salih Semua kebaikan dunia yang mendekatkan kepada Allah. --- وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً (wa fil-akhirati hasanah) Artinya: "dan keb...

World Lupus Day : PLSS

Gambar
World Lupus Day 2025 PLSS : Semangat, Sehat, Berkualitas By 'Puspa_Raito' Palembang, 10 Mei 2025 Sabtu, bertepatan dengan peringatan hari lupus sedunia atau lebih dikenal World Lupus Day (WLD), Persatuan Lupus Sumatera Selatan ( PLSS) kembali mengadakan kegiatan bersama para penyitas autoimun Sistemic Lupus Erthematosus (SLE) yang tergabung dalam komunitas PLSS yang dipusatkan di Kambang Iwak Kota Palembang. Puluhan odapus dan pendamping berkesempatan hadir pada kegiatan ini. Ajang tahunan yang juga sebagai sarana silaturahmi. Kegiatan diawali dengan Jalan Santai start dari Monpera Palembang menuju Kambang Iwak dan dilanjutkan Senam bersama . Jalan santai dan senam ini secara tidak langsung mendeklarasikan bahwa Lupus bukan halangan untuk beraktivitas khususnya olahraga tapi tentu saja sesuai kondisi masing masing. Pada kegiatan inti diawali dengan sambutan oleh ketua PLSS yaitu Ibu Elnita Sari, beliau menyatakan bahwa PLSS tidak hanya berisikan anggota dari Sumater...

Selagi Masih Ada Kesempatan

Gambar
"Semakin bertambah usia maka makin terasa dunia itu hanya sementara". “Pernahkah kamu berhenti sejenak dan bertanya, ‘Untuk apa sebenarnya aku hidup?’ Di antara hiruk-pikuk dunia, kadang kita lupa bahwa waktu terus berjalan, dan hidup adalah soal kesempatan—yang jumlahnya mungkin hanya tiga.” Tiba tiba saja merenung, apa yang sudah dilakukan dan apa yang akan dilakukan dalam hidup ini? Allah telah memberi kesempatan untuk menikmati hidup, lantas kesempatan itu dihabiskan untuk apa? Coba deh flash back .. Ketika usia anak- anak sepertinya hidup itu hanya bermain yang prioritas, walaupun ada "paksaan" belajar dan membantu orang tua tapi di kepala prioritas tetap bermain. Mungkin ini terjadi pada usia 6- 12 tahun. Sedangkan sejak usia 0 - 5 tahun prioritas itu makan + bermain. Namun seiring waktu makan tak lagi menjadi prioritas. Lihat saja bayi pasti akan menangis jika lapar atau haus. Lalu akan tertawa jika diajak bermain, damai sekali lihatnya, benar ben...

Terpaksa Melanggar

Gambar
Pengalaman pertama, pake asuransi pemerintah. Setelah sekian lama jarang berinteraksi dengan orang lain yang tidak dikenal. Hari ini rabu (070525) lumayan bertemu beberapa orang dan sempat mendengar cerita.  Tahukan kalo dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara itu pasti ada aturan. Aturan dibuat untuk ditaati dan dilaksanakan. Walaupun tak jarang aturan itu masih ada celah untuk dilanggar.  Ya sebisa mungkin untuk tak melanggar tapi jika kondisinya tidak memungkinkan semoga Allah mengampuni. Si kakak perlu perawatan lanjutan di rumah sakit. Karena pake asuransi pemerintah artinya harus ada rujukan dari dokter di tingkat pertama. Nah rujukan udah dikasih, tibalah harus ke RS. (Ehm, yang pernah ke RS pasti tahu kan gimana prosesnya. Mau pasien pake asuransi pemerintah, swasta atau pasien bayar sendiripun tetap aja rame.) Emang sih ada RS yang memperlakukan perbedaan perlakuan pasien dari asuransi pemerintah dan yang bukan.  Kalo tujuannya buat kenyamanan pasien yang bay...

Tiga Mangkok Mie

Gambar
Ini bukan tulisanku, tapi aku ingin membagi pesan yang disampaikan penulisnya. Menurutku suatu pelajaran yang sangat berharga. Foto hanya ilustrasi Tiga Mangkuk Mie dan Pelajaran Hidup yang Tak Lekang Waktu Masa kecilku adalah panggung seorang raja kecil yang takhta kerajaannya adalah "aku". Semua harus berpusat padaku, yang terbaik harus menjadi milikku. Tak heran, satu per satu teman menjauh, meninggalkan singgasana egoku yang terasa semakin sunyi. Anehnya, aku tak pernah merasa bersalah. Bagiku, dunia yang salah, orang lain yang keliru. Hingga suatu hari, ayahku, dengan kebijaksanaan yang selalu mengalir tenang, menyajikan tiga pelajaran hidup yang terbungkus dalam tiga mangkuk mie sederhana. Pelajaran Pertama: Ilusi di Balik Mata Sore itu, aroma kuah mie yang gurih menyeruak di dapur kecil kami. Ayah meletakkan dua mangkuk di meja. Yang satu tampak menggoda dengan sebutir telur kuning keemasan bertengger di atasnya. Mangkuk lainnya polos, tanpa hiasan. "N...

Daster vs Home Dress

Gambar
Ada yang tahu bedanya? Atau malah baru denger? Akhir akhir ini di media sosial sering muncul yang iklanin home dress. Motifnya cantik cantik, pasti disukai para emak emak. Dan sepertinya bahannya juga adem. Produsen home dress pun mulai bermunculan. Sebut saja Nilam, Omah, Audya dan mungkin masih ada lagi. Harganya pun variatif, rata-rata memang diatas 100k.  Home dress kalo diterjemahkan kurang lebih artinya baju rumahan biasanya berbentuk longgar. Sedangkan Daster berasal dari bahasa belanda yang pengertiannya merujuk pada gaun longgar yang dipakai di rumah. Nah dari defenisi di atas sama aja kan ya?  Beda bahasa doang loh. Tapi ketika namanya menjadi home dress maka harganya menjadi beda dari daster.  Home dress lebih tinggi label harganya. Hemm terus kenapa bisa begitu? Ini kalo diperhatikan di aplikasi belanja ya... Home dress itu dirancang dengan motif yang kekinian dan terlihat anggun, jadi seolah olah itu tu pakaian buat keluar rumah. Tapi emang gitu maksudny...

Ternyata Titik Balik Itu Mulai di 1 Mei

Gambar
1 Mei, bagiku bukan hari buruh. Empat tahun lalu, mengantarkan mama ke pemakaman ini. Seperti reka ulang peristiwa, masih terekam jelas dari mulai dikabarkan bahwa engkau gagal nafas pada tengah malam dan perawat bilang sedang dilakukan RJP.  Aku menolak hal buruk, aku berdoa ya Allah selamatkanlah ibuku, setengah berlari menuju Rumah Sakit sambil air mata mengalir dengan sendirinya. Namun takdir telah digariskan, kematian adalah hal pasti yang terjadi dan Allah telah menetapkan itu. Duniaku seperti kosong, episode kehilangan sudah pernah aku rasakan tapi kali ini terasa perih sekali. Aku ingin tetap terlihat kuat sama seperti ketika papa pergi, tapi ternyata jiwaku hancur. Ragaku ada tapi isinya kosong. Empat tahun setelahnya banyak hal yang terjadi. Episode kehilangan itu dilewati dengan jatuh bangun. Penyangkalan (denial), kemarahan (anger), tawar-menawar (bargaining), depresi (depression), dan penerimaan (acceptance ). Tahapan itu aku lalui, tanpa sadar aku menyangk...