Postingan

Big Decision

Apa sih tugas utama suami dan istri itu?? Jika bicara tentang kesetaraan gender, emansipasi wanita, saat ini menjadi satu hal yang hampir diluar kendali, karena jika wanita berkarir mungkin hanya sedikit yang bisa tetap menjalankan perannya di rumah sebagai ibu dan istri.  Jika ada yang bisa menyeimbangkan, itu sangat luar biasa..patut di contoh dan menjadi role model. Namun kebanyakan karena emansipasi kadang wanita menjadi lupa tugas utamanya🥲. ---- Tapi di satu sisi juga kadang lelaki, suami dan yang sudah menjadi ayah, suka berfikir tugas utamanya adalah hanya mencari uang memenuhi nafkah lahir saja.  Lupa jika punya tanggung jawab di rumah. Tanggung jawab Mendidik dan mengarahkan istri dan anak anaknya. The duty : Its not about money.. So.. baik suami ataupun istri, let's begin.. untuk belajar lagi apa yang menjadi tugas utama masing2.. Jika belum melaksanakan, tidak ada kata terlambat memperbaikinya selama ruh masih bersatu dengan raga. Jika untuk memperbaiki harus men...

Menangislah

Semua orang punya masalah, setiap orang punya kesedihan masing masing. Tapi kadar dan cara mengekspresikan yang pasti berbeda. Ada yang menyimpan dengan rapi sehingga hanya dia dan Allah yang tahu dengan menampakkan wajah ceria. Ada yang ekspresif bercerita kepada orang lain, tapi ada juga yang hanya diam tapi matanya menyiratkan duka. Apapun itu menurutku sah saja. Yang tidak sah itu adalah labeling kita pada orang yang sedang mengalami masalah. Tak perlu memberikan judgement karena kita bukan hakim. Seseorang yang mengalami luka yang dalam, pasti tidak akan benar benar sembuh apalagi jiwa yang terluka. Saat terluka pasti sakit kan ya..perih.. Ingin berteriak..SAKIIIT.. sambil menangis. 😭😭. Lakukan saja, tak usah perdulikan orang lain mau bilang apa. Karena jiwamu  adalah dirimu sendiri yang bertanggung jawab. Allah menciptakan air mata pasti ada manfaatnya, ada tujuannya. Dan bahwasanya Dialah Yang menjadikan orang tertawa dan menangis . ” (QS . An-Najm : 43).  Jadi siapa...

Mau Bagaimana?

Mau Bagaimana? Manusia itu kodratnya bertumbuh..., kecuali orang orang yang Allah pilih. Kita diberi pilihan bagaimana cara bertumbuh itu, cara biasa atau tak biasa? Cara biasa , sepertinya semua orang akan melakukan itu artinya tak ada yang istimewa.  Cara tak biasa adalah pilihan orang yang " berani mengambil resiko " Ketika memilih cara tak biasa untuk bertumbuh maka akan belajar konsekuensi yang akan diterima. Misal contoh, remaja tamat SD memutuskan menuntut ilmu di pesantren, cara tak biasa mereka bertumbuh karena akan jauh dari orang tua ketika kebanyakan di usia mereka masih bergantung pada orang tua.  Lalu apa yang akan mereka dapat? Perubahan apa yang terlihat? Bagaimana mereka bertumbuh? Pasti akan ada perbedaan jika dibanding proses yang biasa. Contoh lain, Tempat melamar pekerjaan, yang tahapan tesnya hanya 1 kali dan yang 5 kali jelas berbeda hasilnya. Karena yang 5 tahapan adalah proses bertumbuh yang tak biasa. Setiap tahap akan tersaring orang orang yang kom...

Korsa

Kata ini populer di kalangan para prajurit TNI. Karena sepertinya sebelum bergabung dalam pendidikan di lingkungan militer, aku tak pernah mendengar kata ini. Flash back.. Dulu ketika kecil ditanya cita citanya apa? Mantap menjawab.. walau berubah ubah, kadang bilang cita cita mau jadi dokter, lalu jadi tentara, lalu jadi arsitek 😂😂.. Yaa se galau itu ketika kecil.. Tapi sebetulnya galau sesungguhnya itu setelah di smu, tak bisa menjawab walau dengan satu kata, ketika ditanya mau meneruskan kuliah ke mana? Benar benar lupa kalo pernah punya cita cita  Dalam perjalanan usia, cita cita itu hanya terucap dilisan tanpa ada usaha yang disiapkan. Menjadi dokter? Hemm... otak pas pasan tambah lagi dana yang tak memungkinkan.. Jadi tentara ? Aduhhh kok bisa dulu berfikir mau jadi tentara, lah fisik saja tak mendukung..🙈🙈🙈. Jadi arsitek? Ehm ini karena melihat ayah yang keren sekali bisa menggambar gedung tinggi, jembatan, irigasi..tapi..kok aku tak yakin bisa seperti ayah. Akhirnya ci...

Bertahanlah

Ah sudahlah, tak perlu cerita atau melaporkan tentang sesuatu yang menurutku tak nyaman, toh ini masalah kecil dan harusnya tak perlu diselesaikan oleh orang lain Rasa tak nyaman ini mungkin karena aku yang terlalu perasa, sulit menerima ketika orang lain yang tak seperti diriku. Ya..aku menggunakan standar diriku untuk orang lain. Namun wadah dalam diriku sedikit demi sedikit menjadi terisi hal hal yang membuat tak nyaman, terutama rasa kesal, kecewa, marah dan sedih menjadi satu. Demikian juga hati, yang tadinya berusaha menerima namun karena terus menerus ditekan untuk tidak merasa sedih, kecewa, marah maka lama kelamaan menjadi dingin nyaris membeku. Akhirnya wadah itu menjadi penuh. Selama periode itu aku terus meyakinkan diriku sendiri, I am Fine... aku baik baik saja kok.  Aku tak bisa merubah orang lain dan Aku yang harusnya berubah menjadi orang yang tak perlu peduli dengan lingkungan. Karena ternyata kepedulianku justru menyengsarakan diri sendiri. Tapi apakah afirmasiku ...

NENEK TUA DAN IKAN GABUS

Dahulu kala, ada seorang Nenek Tua yang sangat miskin.  Pakaiannya, hanya yang melekat di badannya. Itu pun sudah compang-camping.  Pekerjaan sehari-hari Nenek Tua itu sebagai pencari kayu bakar di hutan untuk ditukarkan dengan makanan. Di saat musim kemarau, di hutan itu, banyak sungai yang kering, dan kekurangan air.  Nenek Tua pun pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar.  Ketika sampai di hutan itu, Nenek Tua itu melihat banyak sekali ikan gabus di tempat yang kekeringan, mereka sedang menggelepar-gelepar.  Dia begitu gembira.  "Mungkin ini rezekiku. Aku akan merasakan lezatnya daging ikan gabus.  Nanti, aku akan goreng sebagian dan sebagian lagi kujual," ujarnya membatin.   Lalu, ia pun jongkok, sambil menyaksikan ikan-ikan gabus yang menggelepar-gelepar itu.  Namun, lama-kelamaan, Nenek tua itu berubah niat, ia menjadi iba.  Akhirnya, ia mengurungkan niatnya mengambil ikan-ikan gabus itu.  Dia hanya diam, sambil memandangi ika...

First thing First kita adalah Allah, Nak..💫

Nak, tahukah kalo Ayah bunda yang cuma dititipkan kalian saja tapi sayangnya bisa sampai ujung dunia. Apalagi sayangnya Yang Maha kuasa. Lalu Coba renungkan hal hal ini: 🧡Pertama, Allah memberi hal-hal yang bunda dan ayah tak akan pernah bisa beri, mata, hidung, telinga, belum lagi organ dalam. Nikmat udara dan air bersih tidak terhingga, sampai  tidak bisa terhitung karuniaNya. Bahkan nafas yang baru saja kalian tarik itu..adalah hadiah dariNya! ~~~ 🧡Kedua adalah bahwa "bukan saja Allah Maha Melihat, Allah memiliki 'CCTV' tanpa cela", Raqib dan Atid namanya.  Mereka melihat, mencatat semua amal dan dosa, yang disembunyikan, yang tampak, walau ayah dan bunda tidak disamping kalian. Ayah dan bunda harap kalian tidak akan pernah ketakutan. Karena Pemilikmu memberikan 'bodyguard' yang selalu siap siaga. Tapi kalian tetap berhati hati dalam setiap perilaku, karena malaikat-malaikat ini sungguh jeli. ~~~ 🧡Ketiga , selalu terbuka 'jalur komunikasi', min...