Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2025

Conscious Parenting

Pernah dengar Conscious Parenting atau Pola Asuh Sadar?  Aku juga baru faham, dan sekarang anak anak sudah remaja semua. Semoga belum terlambat.🥲 Kadang, sebagai ibu, rasanya pengen langsung ngomel kalau anak bikin berantakan, males mandi, atau ribut sama adiknya. Tapi pola asuh sadar ngajarin ibu untuk ngerem dulu sebelum bereaksi . Pola asuh sadar adalah cara mendidik anak dengan sadar diri, tidak reaktif, dan tidak terbawa emosi, agar anak tumbuh dengan rasa aman dan percaya diri. Kuncinya : Ibu pause dulu sebelum marah. Contohnya, anak tumpahin susu ke lantai. Refleksnya pengen bilang, > “Ih, kamu ini gimana sih! Udah dibilang hati-hati!” Tapi ibu tarik napas, liat wajah anak yang kaget dan takut, lalu bilang dulu: > “ Kamu kaget ya? Gak apa-apa, yuk kita lap sama-sama.” Habis itu, baru deh ibu jelasin dengan tenang, > “ Lain kali pegang gelasnya dua tangan biar gak jatuh ya, Nak.” Pola asuh sadar bukan berarti ibu harus selalu tenang, tapi ibu mau belajar menunda rea...

"Kerja sesuai Passion vs Kerja Karena Tagihan Bulanan?"

Kata orang, kerja itu harus sesuai passion biar bahagia. “ Kerja yang kamu cintai, maka kamu tidak akan merasa bekerja seumur hidup ,” katanya. Motivasi ini sering bikin semangat…  sampai listrik, air, dan cicilan bulanan nagih tanpa nanya passion kita apa.😵 🎨 Kerja Sesuai Passion, Memang Bisa? Siapa sih yang nggak mau kerja sesuai passion? Suka gambar → jadi ilustrator Suka masak → buka kafe Suka nulis → jadi penulis penuh waktu Kedengarannya ideal dan indah banget. Bangun pagi dengan senyum☺️, kerja dengan semangat🤳, sambil ngopi cantik di sudut rumah☕️.  Tapi realitanya? Tidak semua passion bisa langsung bayar tagihan . Ada orang yang passion-nya melukis, tapi untuk beli kuas saja masih mikir. Ada yang passion-nya nulis puisi, tapi puisi nggak selalu langsung bisa beliin beras. 💡 Realita Hidup Memang Nggak Bisa Ditinggal Kita hidup bukan di dunia ideal. Ada keluarga yang perlu kita nafkahi, ada kebutuhan sehari-hari, ada biaya kesehatan, pendidikan, dan masa depan yang ...

"Takut"

Gambar
🎧 Resensi Lagu: “Takut” – Idgitaf Hai, teman cerita! Kali ini aku mau ngebahas lagu “Takut” dari Idgitaf yang sering aku denger tapi baru ini kudalami liriknya😊.  Lagu ini tuh kayak suara hati banyak anak muda zaman sekarang yang sering kelihatan kuat, padahal sebenarnya sering takut sama masa depan. Dengan suara Idgitaf yang lembut tapi tetap kuat, lagu ini menceritakan rasa takut akan masa depan, takut nggak jadi apa-apa, takut gagal, takut bikin orang tua kecewa.  Liriknya relatable banget, terutama buat kita yang lagi berjuang sama mimpi dan realita hidup yang kadang nggak sesuai rencana. Aransemen musiknya juga enak banget didengar, santai tapi tetap bikin hati hangat. Cocok banget kalau kamu lagi rebahan, minum kopi, sambil merenung soal hidup. Lagu ini ngajarin kita bahwa merasa takut itu wajar, semua orang pasti pernah takut, tapi kita tetap harus jalan, pelan-pelan nggak apa-apa, yang penting jangan berhenti. Aku suka banget bagian liriknya: > “ Takut ku kecewaka...

tadabur surat Ali Imron Ayat 139

📖 Surat Ali Imran Ayat 139 وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ Wa lā tahinū wa lā taḥzanū wa antumul-a‘lawna in kuntum mu’minīn. Artinya: “Dan janganlah kamu merasa lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, padahal kamu orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang beriman.” (QS. Ali Imran: 139) 🌿 Tadabur dan Makna Mendalam: 1. "Janganlah kamu merasa lemah" — (وَلَا تَهِنُوا) ➡️ Allah tahu bahwa manusia bisa merasa lelah dan kehilangan semangat, terutama ketika menghadapi ujian, kegagalan, atau kekalahan. Tapi ayat ini menjadi tamparan lembut dari Allah: “Jangan menyerah!” Keyakinanmu harus lebih besar dari rasa lelahmu. Selama kamu bersama Allah, tidak ada alasan untuk patah semangat. 2. "Dan jangan pula bersedih hati" — (وَلَا تَحْزَنُوا) ➡️ Kesedihan itu manusiawi, tapi Allah mengingatkan: jangan larut dalam duka. Kesedihan itu bukan tempat tinggal, hanya tempat singgah. Tetaplah melangkah, karena A...

Aku juga Aku

🔹️Bukan Cuma Ibu, Istri, atau Anak— Aku Juga Aku🔹️ Kita sering ditanya, "Kerja di mana sekarang?” “Udah nikah?” “Anaknya berapa?” “Udah bisa masak belum?” “Ngapain sih ngurus diri, kan udah ibu-ibu?” Huft. Kadang lucu, kadang capek. Karena rasanya kayak hidup perempuan itu selalu diukur pakai meteran orang lain. Harus begini, harus begitu. Harus cantik tapi nggak boleh terlalu ‘menonjol’, harus pintar tapi jangan lebih pintar dari pasangan, harus lemah lembut tapi kuat luar dalam. Bingung gak tuh? 🟠Lupa Jadi Diri Sendiri Kadang kita terlalu sibuk memenuhi daftar “seharusnya”, sampai lupa nanya ke diri sendiri, “Aku sebenarnya pengen jadi apa sih?” “Apa yang bikin aku bahagia?” “Apa yang benar-benar aku suka, bukan karena disuruh, bukan karena tuntutan?” Dan jawabannya… mungkin butuh waktu. Mungkin juga butuh berani. Menjadi Diri Sendiri Itu Perjalanan Nggak instan.  Kadang pelan, kadang penuh drama. Tapi tiap langkahnya berarti. Mulai dari bilang “nggak” ke hal yang nggak kita ...

Memilih Sekolah adalah Memilih Masa Depan Anak

Memilih sekolah untuk anak adalah keputusan besar yang bisa memengaruhi masa depan dan perkembangan mereka, bukan cuma soal akademik, tapi juga karakter, nilai hidup, dan kebiasaan sosial.  Berikut beberapa hal penting yang layak dipertimbangkan: 1. Nilai dan Visi Sekolah Apakah nilai-nilai sekolah sejalan dengan nilai keluarga? Misalnya: agama, kedisiplinan, kreativitas, empati. Visi sekolah jangka panjang: Apakah hanya mengejar akademik, atau juga mengembangkan karakter, kepemimpinan, dan spiritualitas? 2. Kualitas Pengajar Apakah guru-gurunya kompeten, peduli, dan bisa membimbing anak sesuai kebutuhan individu mereka? Bagaimana interaksi guru dengan murid — apakah suportif dan manusiawi, atau kaku dan otoriter? 3. Lingkungan dan Budaya Sekolah Apakah anak akan merasa aman, dihargai, dan nyaman secara emosional? Bagaimana hubungan antar siswa, antar guru dan murid? Apakah ada budaya saling menghargai dan bebas bullying? 4. Metode Belajar dan Kurikulum Apakah sekolah lebih fokus p...

Cacat Logika👽

Cacat logika (logical fallacy ) adalah kesalahan dalam penalaran yang membuat argumen menjadi tidak valid atau menyesatkan, meskipun terdengar meyakinkan .  Berikut ini adalah jenis-jenis cacat logika yang umum dibagi berdasarkan kategori: 🔹 1. Cacat Logika Formal (Formal Fallacies ) Kesalahan dalam struktur logis argumen, biasanya dalam bentuk silogisme. Non sequitur : Kesimpulan tidak mengikuti premis. > Contoh: "Semua kucing adalah hewan. Saya adalah hewan. Maka saya adalah kucing." Affirming the consequent: > Jika A maka B. B benar, maka A benar. Contoh: "Jika hujan maka jalan basah. Jalan basah, maka pasti hujan." (padahal bisa karena disiram) Denying the antecedent: > Jika A maka B. A tidak benar, maka B tidak benar. Contoh: "Jika saya di Jakarta maka saya di Indonesia. Saya tidak di Jakarta, maka saya bukan di Indonesia." (padahal bisa di Surabaya) 🔹 2. Cacat Logika Informal (Informal Fallacies) Kesalahan yang berkaitan dengan isi, bahasa...

Resensi : Berani Tidak Disukai

Ada yang pernah baca atau pernah lihat buku Berani Tidak Disukai ?  Hemm Berikut adalah resensi buku Berani Tidak Disukai karya Ichiro Kishimi dan Fumitake Kog a (diterjemahkan oleh Agnes Cynthia), yang menggabungkan filosofi Alfred Adler dengan gaya dialog yang inspiratif: 📘 Gambaran Umum Buku ini disampaikan dalam bentuk dialog antara seorang filsuf dan pemuda skeptis selama lima malam. Pendekatan ini membuat topik psikologi dan filsafat terasa hidup, mudah dibaca, sekaligus menantang keyakinan lama . Konsep-Konsep Utama 1. Keberanian untuk Tidak Disukai — Alih-alih menjadi budak penilaian orang lain, penulis mendorong kita untuk berani menjadi diri sendiri, meski tidak disukai . 2. Tanggung Jawab Personal & Pembagian Tugas — Setiap orang hanya bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan—tidak perlu mencampuri tugas atau penilaian orang lain . 3. Tolak Trauma Masa Lalu — Alfred Adler berargumen bahwa masa lalu tidak menentukan masa depan; kita bebas memilih arah hidup ...