CAMP_MR 3
Garis Kebenaran
Selanjutnya saya belajar ilmu Garis Kebenaran.
walaupun dalam urutan ilmu MR ke dua adalah Law Of Projection, tapi Garis Kebenaran ini ada hubungan langsung dengan Perisai Rezeki.
Pada bahasan sebelumnya perisai itu adalah dosa. Dosa terkadang hadir dari persoalan yang kita hadirkan sendiri.
Ustadz Nas, menyampaikan bahwa sumber persoalan hanya satu yaitu Pemikiran dan sikap:
"Saya Benar, Kamu Salah"
Dan ternyata semua solusi dimulai dari
"Saya Salah, Kamu Benar"
Contohnya seperti ini:
Suatu pagi seorang istri sedang tidak fokus karena banyak yang di fikirkan, tiba-tiba membuatkan kopi bukan pake gula, tapi pake garam.
Dan suaminya sedang buru-buru karena mau ketemu investor buat bisnisnya.
Saat suaminya minum kopi itu, apa yang terjadi?
1. Suami langsung menyalahkan istri, "gimana sih kamu, bikin kopi aja gak becus, aku buru-buru, mau ketemu klien tapi kamu malah kasih kopi aneh begini !!!"
Lalu sang istri pun terpancing, "apa sih pagi-pagi sudah marah-marah!! , kamu gak tau kan aku tu capek, banyak yang aku pikirkan, kamu mana tau kerjaannya pergi pagi pulang sore, aku sendirian mengerjakan tugas rumah, cuma kopi aja ribut, buat sendiri sana!"
Sang suami karena merasa benar, membentak istrinya, lalu pergi, tanpa mengucap salam. Dan sang istri menangis.
Tahukah si suami ketemu invenstor jadi terlambat, dan kontrak pun dibatalkan.
Nah dampak dari masing-masing merasa benar maka ada yang tersakiti dan rezeki terhalang untuk datang, walau sudah di depan mata.
Tapi bagaimana jika yang terjadi adalah sebaliknya?
2. Suami ketika minum kopi, langsung diam dan mencerna dulu, "salah saya apa ya, apa istriku lagi banyak yang difikirkan sampe lupa bedain gula dan garam. Ya Allah saya salah..ampuni saya"
Sang istri melihat raut muka suami yg kecut langsung peka, "kenapa yah, kok mukanya gitu, kopinya gak enak ya? Coba aku cicip."
Saat istri mencicip kopi, langsung sadar kalo dia masukin garam bukan gula.
Istri pun merasa bersalah "ya Allah yah...maaf ibu salah, gak sengaja masukin garam...udah yah gak usah diminum, ibu buatkan yang baru kopinya".
Selanjutnya gimana? Adem kan kalo sama sama merasa salah duluan, bukan menyalahkan...
Suami pergi ketemu investor dengan tenang, sang istri tidak merasa disakiti. Rezeki akan mengalir sendiri.
Kenapa kita harus berlatih mengaku SALAH
Ustadz Nas mengatakan bahwa karena diluar diri kita adalah skenario Allah, yang sudah pasti benar.
Sedangkan dalam diri kita tercampur dengan hawa nafsu.
Misal ketika di jambret, dihina orang, dimarah atasan.
Dan inilah hakikat istighfar, adalah menunjuk diri sendiri,
Saya salah ---> pengakuan
Ampuni saya --> bertaubat
Saya siap belajar. --> usaha untuk lebih baik lagi.
Mencontoh Nabi Muhammad SAW, beliau beristighfar 70-100 kali dalam satu hari.
Padahal beliau sudah di jamin Allah. Lalu kenapa kita yang belum jelas hisab nya tak mau istighfar? 🥲 dan inilah perisai rezeki kita.
Garis kebenaran ini ilmu paling tua, teladan yang dilakukan Nabi Adam, ketika diminta Allah turun ke dunia, Nabi Adam tidak menyalahkan Iblis tapi menyalahkan dirinya sendiri dan berdoa: Robbana dzalamna anfusana.
Setelah itu keturunan nabi adam dibagi 2:
1. Yang mengikuti nabi adam
Memiliki ciri : selalu mengaku salah, merasakan di syurga di dunia walau belum merasakan syurga akhirat.
2. Yang mengikuti Iblis
Cirinya : selalu merasa benar dan selalu punya cara untuk mengaku benar, dijauhkan dari syurga (penuh persoalan, hati selalu panas, dan tidak dapat keajaiban)
Selalu merasa benar adalah ibu dari dosa dosa lain, sombong, iri, dengki.
Nah Selanjutnya kita mau menjadi pengikut siapa?
Setelah membuka perisai rezeki, lalu kita jangan buat dosa lagi, salah satunya menurunkan GARIS KEBENARAN.
Istighfar dengan mengatakan Saya Salah, Ampuni Saya, Saya Siap Belajar.
Wallahu 'alam,
Saya menulis ini untuk diri saya sendiri, agar ilmu magnet rezeki bisa terus dipraktekan dalam kehidupan sehari hari.
Bersambung..
lanjut kawan....
BalasHapus