Tak Ada Yang Kebetulan : Jejak Perjalanan di Ajang Dinar Award
Beberapa waktu lalu, alhamdulillah qadarullah saya dapat kesempatan yang tak terduga: diajak ikut sebuah ajang award untuk orang-orang yang sudah bergerak dalam syiar dinar. Rasanya campur aduk antara bangga, deg-degan, tapi juga bersyukur bisa ikut berada di lingkaran itu.
Acara ini mempertemukan saya dengan banyak orang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, ternyata ada begitu banyak yang sama-sama semangat memperkenalkan dinar. Ketemu mereka jadi seperti menemukan keluarga baru—beda latar, tapi satu visi.
Pelajaran paling berkesan yang saya dapat adalah: dinar itu bukan sekadar alat investasi. Lebih dalam dari itu, ada nilai cinta pada Rasulullah SAW. Sebab ukuran dinar sendiri ditetapkan oleh beliau. Jadi, setiap kali kita bicara tentang dinar, sebetulnya kita juga sedang merawat cinta itu.
Selain soal dinar, ternyata Allah bukakan jalan untuk dapat ilmu lain. Saya belajar tentang cara membaca karakter lewat life path number. Awalnya penasaran saja, tapi makin saya dalami, ada banyak hal yang bisa dipahami tentang diri dan orang lain. Bahkan saya akhirnya berkesempatan ikut tes membaca karakter melalui sidik jari. Rasanya seperti membuka jendela baru: oh, ternyata begini cara Allah menciptakan kita dengan keunikan masing-masing.
Semua rangkaian itu membuat saya semakin yakin, tidak ada yang kebetulan. Dari doa sebelum berangkat—memohon ridho Allah lewat ridho suami—sampai pengalaman demi pengalaman yang terhampar di depan mata, semuanya adalah takdir Allah yang penuh hikmah.
Alhamdulillah, syukur atas nikmat kesempatan yang Allah beri. Semoga langkah kecil ini bisa terus membawa manfaat, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain.
Barakallah fiikum
"♥️ - PR"
Komentar
Posting Komentar